Selasa, 08 Mei 2012

Tugas Organisasi dan Metode (3)


Klasifikasi gaya-gaya kepemimpinan
    Kepemimpinan atau leadership merupakan ilmu terapan dari ilmu-ilmu social, sebab prinsip-prinsip dan rumusannya diharapkan dapat mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan manusia. Ada banyak pengertian yang dikemukakan oleh para pakar menurut sudut pandang masing-masing, definisi-definisi tersebut menunjukkan adanya beberapa kesamaan.
Pengertian Kepemimpinan Menurut Para ahli
Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.
Macam-macam gaya kepemimpinan :
 1. Gaya Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian
Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan.
2. Gaya Kepemimpinan Demokratis / Democratic
Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.
3. Gaya Kepemimpinan Bebas / Laissez Faire
Pemimpin jenis ini hanya terlibat delam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi.

EMPAT GAYA KEPEMIMPINAN DARI EMPAT MACAM KEPRIBADIAN
  Keempat gaya kepemimpinan berdasarkan kepribadian adalah :

1.    GAYA KEPEMIMPINAN KARISMATIS
    Kelebihan gaya kepemimpinan karismatis ini adalah mampu menarik orang. Mereka terpesona dengan cara berbicaranya yang membangkitkan semangat. Biasanya pemimpin dengan gaya kepribadian ini visionaris. Mereka sangat menyenangi perubahan dan tantangan.
Mungkin, kelemahan terbesar tipe kepemimpinan model ini bisa di analogikan dengan peribahasa Tong Kosong Nyaring Bunyinya. Mereka mampu menarik orang untuk datang kepada mereka. Setelah beberapa lama, orang – orang yang datang ini akan kecewa karena ketidak-konsisten-an. Apa yang diucapkan ternyata tidak dilakukan. Ketika diminta pertanggungjawabannya, si pemimpin akan memberikan alasan, permintaan maaf, dan janji.

2.    GAYA KEPEMIPINAN DIPLOMATIS
    Kelebihan gaya kepemimpinan diplomatis ini ada di penempatan perspektifnya. Banyak orang seringkali melihat dari satu sisi, yaitu sisi keuntungan dirinya. Sisanya, melihat dari sisi keuntungan lawannya. Hanya pemimpin dengan kepribadian putih ini yang bisa melihat kedua sisi, dengan jelas! Apa yang menguntungkan dirinya, dan juga menguntungkan lawannya.
Kesabaran dan kepasifan adalah kelemahan pemimpin dengan gaya diplomatis ini. Umumnya, mereka sangat sabar dan sanggup menerima tekanan. Namun kesabarannya ini bisa sangat keterlaluan. Mereka bisa menerima perlakuan yang tidak menyengangkan tersebut, tetapi pengikut-pengikutnya tidak. Dan seringkali hal inilah yang membuat para pengikutnya meninggalkan si pemimpin.

             3.    GAYA KEPEMIMPINAN OTORITER
    Kelebihan model kepemimpinan otoriter ini ada di pencapaian prestasinya. Tidak ada satupun tembok yang mampu menghalangi langkah pemimpin ini. Ketika dia memutuskan suatu tujuan, itu adalah harga mati, tidak ada alasan, yang ada adalah hasil. Langkah – langkahnya penuh perhitungan dan sistematis.
Dingin dan sedikit kejam adalah kelemahan pemimpin dengan kepribadian merah ini. Mereka sangat mementingkan tujuan sehingga tidak pernah peduli dengan cara. Makan atau dimakan adalah prinsip hidupnya.

4.    GAYA KEPEMIMPINAN MORALIS
    Kelebihan dari gaya kepemimpinan seperti ini adalah umumnya Mereka hangat dan sopan kepada semua orang. Mereka memiliki empati yang tinggi terhadap permasalahan para bawahannya, juga sabar, murah hati Segala bentuk kebajikan ada dalam diri pemimpin ini. Orang – orang yang datang karena kehangatannya terlepas dari segala kekurangannya.
Kelemahan dari pemimpinan seperti ini adalah emosinya. Rata orang seperti ini sangat tidak stabil, kadang bisa tampak sedih dan mengerikan, kadang pula bisa sangat menyenangkan dan bersahabat.


Sumber : 
http://organisasi.org/jenis_dan_macam_gaya_kepemimpinan_pemimpin_klasik_otoriter_demokratis_dan_bebas_manajemen_sumber_daya_manusia

Tugas Organisasi dan Metode (3)

Membuat Daur Ulang Organisasi
LATAR BELAKANG

    Perubahan lingkungan strategis dan momentum reformasi birokrasi menuntut seluruh satuan kerja dan seluruh elemen organisasi Pemerintahan, baik di Pusat maupun Daerah untuk bergerak cepat merespon dinamika masyarakat. Organisasi birokrasi dituntut profesional, efektif dan efisien dalam melaksanakan fungsi dan tugas pokoknya untuk mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran-sasaran strategisnya guna melayani masyarakat.
Restrukturisasi atau daur ulang organisasi merupakan jawaban atas tuntutan dan dinamika di atas, sekaligus merupakan salah satu program strategis dalam Reformasi Birokrasi untuk penataan dan pembenahan organisasi agar selaras dengan visi, misi, tujuan dan sasaran organisasi serta responsif terhadap lingkungan strategis dan dinamika masyarakat.

TUJUAN
Tujuan restrukturisasi organisasi antara lain :
  1. Menyusun format kelembagaan untuk mencapai tingkat kompetensi yang unggul sesuai dengan visi, misi, tujuan, sasaran dan indikator sasaran organisasi.
  2. Menata ulang struktur dan tata kerja unit-unit organisasi untuk mencapai postur organisasi yang right sizing dalam rangka mewujudkan organisasi birokrasi yang profesional, efektif dan efisien dalam melaksanakan fungsi dan tugas pokoknya.
  3. Mewujudkan kelembagaan yang mampu merespon dinamika kebutuhan masyarakat.

KELUARAN
     Keluaran (output) dari Restrukturisasi adalah Postur Organisasi Birokrasi Instansi Pemerintah Pusat (K/L) dan Daerah (Provinsi, Kabupaten, Kota) yang right sizing, profesional, efektif dan efisien.

HASIL
  Hasil yang dicapai dari kegiatan ini antara lain :
  1. Penguatan kapasitas kelembagaan dengan tingkat kompetensi yang unggul sesuai dengan visi, misi, tujuan, sasaran dan indikator kinerja organisasi.
  2. Peningkatan kapasitas struktur dan tata kerja unit-unit organisasi dengan postur organisasi yang right sizing untuk mewujudkan organisasi birokrasi yang profesional, efektif dan efisien.
Penguatan kelembagaan dalam merespon dinamika kebutuhan masyarakat.

Sumber :


d

Tugas Organisasi dan Metode (3)

Hambatan-hambatan dalam komunikasi

Dalam proses organisasi tidaklah selalu mulus, tentunya akan banyak terjadi hambatan-hambatan pada perjalanananya. Hambatan yang sering muncul adalah hambatan komunikasi, karena komunikasi adalah kunci utama dalam kesuksesan organisasi mengingat banyaknya orang yang terlibat didalammnya. Hambatan tersebut tentunya bukan menjadi suatu pengganjal dalam organisasi karena semua hambatan pastinya dapat diselesaikan dengan baik dan tepat. Berikut ini adalah macam-macam hambatan dalam organisasi yaitu :
  1. Hambatan dari Proses Komunikasi yaitu hambatan yang timbul dari ketidak jelasan informasi yang akan disampaikan.
  2. Hambatan Fisik yaitu hambatan yang terjadi akibat ada gangguan cuaca, gangguan sinyal, dsb
  3. Hambatan Semantik yaitu hambatan yang terjadi akibat pemahaman yang sedikit mengenai bahasa dan istilah-istilah asing yang digunakan dalam informasi atau pesan
  4. Hambatan Psikologis yaitu hambatan yang berasal dari gangguan kondisi kejiwaaan dari si pengirim pesan atau penerima pesan sengingga mengakibatkan informasi tersebut mengalami perubahan
  5. Hambatan Manusiawi yaitu hambatan yang terjadi akibat tingkat emosi manusia yang tidak menentu dalam menyikapi informasi atau pesan
  6. Hambatan Organisasional yaitu tingkat hirarkhi, wewenang manajerial dan spesialisasi yaitu hambatan yang timbul akibat komunikasi dengan atasan atau bawahan mengalami kendala seperti tingkat pemahaman terhadap suatu informasi yang berbeda yang mengakibatkan sebuah hambatan.
  7. Hambatan-hambatan Antar Pribadi yaitu hambatan yang timbul antar pribadi didalam sebuah organisasi, biasanya hambatan ini muncul karena adanya salah paham antar pribadi yang menyangkut masalah tugas dan wewenang dari orang yang ada dalam organisasi
Dari berbagai hambatan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa proses komunikasi itu tidak mudah dan memerlukan jalan yang sangat panjang untuk mencapai suatu tujuan tertentu dalam organisasi dan dalam aktivitas lainnya.Tetapi hambatan tersebut bukanlah menjadi satu-satunya penghambat dalam organisasi. Untuk memecahkan masalah hambatan tersebut diatas berikut ini diurakian cara mengatasi hambatan komunikasi :
  1. Memerikan umpan balik atau Feed Back yaitu memberikan kesempatan pada seseorang untuk menyampaikan informasi dan gagasannya sehingga tercipta komunikasi 2 (dua) arah
  2. Mengenai si penerima berita yaitu mengenali latar belakang , pendidikan serta kondisi penerima pesan agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan mudah dimengerti oleh si penerima pesan.
  3. Susunlah secara terperinci apa, dan kapan informasi tersebut harus disampaikan dan kepada siapa informasi tersebut akan disampaikan.
Klasifikasi Komunikasi dalam Organisasi
   Dalam komunikasi organisasi terdapat beberapa klasifikasi komunikasi diantaranya adalah sebagai berikut :
·  Komunikasi dilihat dari segi sifatnya :
  1. Komunikasi Lisan yaitu menyampaikan informasi dan tanggapan secara langsung dengan berbicara.
  2. Komunikasi Tertulis yaitu menyampaikan informasi dan tanggapan secara tertulis dengan menuliskan sebuah surat baik kepada penerima maupun pengirim pesan.
·  Komunikasi dilihat dari segi arahnya :
  1. Komunikasi ke atas yaitu komunikasi yang dilakukan dari bawahan ke atasan dalam sebuah organisasi.
  2. Komunikasi ke bawah yaitu komunikasi yang dilakukan dari atasan ke bawahan dalam sebuah organisasi.
  3. Komunikasi setingkat yaitu komunikasi yang dilalakukan setara atau sesama anggota organisasi.
  4. Komunikasi searah yaitu komunikasi yang hanya dilakukan satu arah saja tanpa danya feed bak atau timbal balik, biasanya komunikasi ini bersifat perintah..
  5. Komunikasi dua arah yaitu komunikasi yang dilakukan 2 arah dan mengakibatkan adanya feed back atau tumbal balik.
·  Komunikasi menurut keresmiannya
  1. Komunikasi Formal yaitu komunikasi yang dilakukan secara resmi, contohnya adalah pada saat rapat.
  2. Komunikasi Informal yaitu komunikasi yang dilakukan antar teman dan besifat biasa saja.
Sumber :
http://dhogerz.wordpress.com/2010/10/21/komunikasi-dalam-organisasi/
http://opickrockstar.wordpress.com/2011/04/23/komunikasi-dalam-organisasi/

Tugas Organisasi dan metode (3)

Perbedaan proses pengaruh berdasarkan kekuasaan dengan berdasarkan wewenang
    Kekuasaan dan wewenang ,terkadang banyak dari kita yang sulit untuk membedakan atau kita menyamakan keduanya dengan arti yang tidak jauh berbeda dan tidak memiliki banyak perbedaan, namun sebenarnya antara Kekuasaan Dan wewenang memilki pengertian yang jauh berbeda walaupun ada sedikit persamaan,oleh karena itu kita akan membahas satu persatu arti dari keduanya.

Terdapat dua pandangan terhadap wewenang :
  1. Pandangan klasik (classical view)
    Wewenang datang dari  tingkat paling atas, kemudian secara bertahap diturunkan ke  tingkat yang lebih bawah.
  1. Pandangan penerimaan (acceptance view)
    Sudut  pandang  wewenang  adalah  penerima  perintah,  bukannya  pemberi  perintah.Pandangan  ini  dimulai  dengan  pengamatan  bahwa  tidak  semua  perintah  dipatuhi  olehpenerima  perintah.  Penerima  perintah  akan menentukan  apakah  akan menerima perintah atau tidak.
Menurut Chester  I. Bernard  seseorang akan memenuhi perintah apabila dipenuhi empat  kondisi berikut :
> Dia dapat memahami komunikasi.
> Dia percaya bahwa perintah tersebut tidak bertentangan dengan tujuan organisasi.
> Perintah tersebut tidak bertentangan dengan kepentingan secara keseluruhan, dan.
> Secara fisik dan mental mampu menjalankan perintah tersebut.
    Sedangkan arti dari kekuasaan adalah  kemampuan  untuk menggunakan  pengaruh  pada  orang  lain;  artinya kemampuan  untuk mengubah  sikap  atau  tingkah  laku  individu  atau  kelompok.  Kekuasaan  juga berarti kemampuan untuk mempengaruhi individu, kelompok, keputusan, atau kejadian.  Kekuasaan  tidak  sama dengan   wewenang,wewenang  tanpa  kekuasaan atau  kekuasaan  tanpa wewenang akan menyebabkan konflik dalam organisasi.
Secara umum ada dua bentuk kekuasaan :
1. Pertama  kekuasaan  pribadi,  kekuasaan  yang  didapat  dari  para  pengikut  dan        didasarkan pada seberapa besar pengikut mengagumi, respek dan terikat pada pemimpin.
 2. Kedua kekuasaan posisi, kekuasaan yang didapat dari wewenang formal organisasi.Kekuasaan  tidak begitu saja diperoleh  individu, ada 5 sumber kekuasaan menurut John Brench dan Bertram Raven, yaitu :
1.  Kekuasaan menghargai (reward power)
Kekuasaan yang didasarkan pada kemampuan seseorang pemberi pengaruh untuk memberi penghargaan pada orang  lain yang dipengaruhi untuk melaksanakan perintah. (bonus sampai senioritas atau persahabatan)
2.  Kekuasaan memaksa (coercive power)
Kekuasaan berdasarkan pada kemampuan orang untuk menghukum orang yang dipengaruhi kalau tidak memenuhi perintah atau persyaratan. (teguran sampai hukuman).
3.  Kekuasaan sah (legitimate power)
Kekuasaan formal yang diperoleh berdasarkan hukum atau aturan yang timbul dari pengakuan seseorang  yang  dipengaruhi  bahwa  pemberi  pengaruh  berhak  menggunakan  pengaruh sampai pada batas tertentu.
4.  Kekuasaan keahlian (expert power)
Kekuasaan  yang  didasarkan  pada  persepsi  atau  keyakinan  bahwa  pemberi  pengaruh mempunyai  keahlian  relevan  atau  pengetahuan  khusus  yang  tidak  dimiliki  oleh  orang  yang dipengaruhi. (professional atau tenaga ahli).
5.  Kekuasaan rujukan (referent power)
Kekuasaan  yang  dimiliki  oleh  seseorang  atau  kelompok  yang  didasarkan  pada  indentifikasi pemberi  pengaruh  yang  menjadi  contoh  atau  panutan  bagi  yang  dipengaruhi.  (karisma, keberanian, simpatik dan lain-lain).
     Jadi, Wewenang dapat kita artikan sebagai hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar mencapai tujuan tertentu sedangkan Kekuasaan adalah kemampuan  untuk menggunakan  pengaruh  pada  orang  lain;  artinya kemampuan  untuk mengubah  sikap  atau  tingkah  laku  individu  atau  kelompok.
     Perbedaan ada pada kata hak dan kemampuan,jika dalam wewenang kita dapat menggunakan hak kita untuk memerintah dan mengatur orang lain sedangkan dalam kekuasaan ,kita memang memiliki kemampuan untuk mengatur atau memerintah orang lain.
Sumber :

Tugas Organisasi dan Metode (3)



Contoh organisasi yang sedang menghadapi konflik dan cara pemecahannya.
Konflik biasanya timbul sebagai hasil adanya masalah-masalah hubungan pribadi(ketidaksesuaian tujuan atau nilai-nilai pribadi karyawan dengan perilaku yang harus diperankan pada jebatannya,atau perbedaan persepsi) dan struktur organisasi (perebutan sumber daya-sumber daya yang terbatas,pertarungan antar departemen dan sebagainya.
Pada hekaktnya konflik merupakan suatu pertarungan menang kalah antara kelompok atau perorangan yang berbeda kepentingannya satu sama lain dalam organisasi.
Dalam bab ini,pembahasan akan dimulai dengan membicarakan tentang pengertian berbagai jenis konflik.kemudian konflik antar pribadi diuraikan dengan kerangka jendela johari dan strategi-strategi penyelesaiannya.

JENIS-JENIS KONFLIK
Orang mengelompokkan konflik ke dalam :
1. Konflik peranan yang terjadi di dalam diri seseorang ( personrole conflict ).Dimana
    peraturan yang berlaku tak dapat diterima oleh seseorang sehingga orang itu memilih    untuk
    tidak melaksanakan sesuatu sesuai dengan peraturan yang berlaku tersebut.
    Konflik ini pada hakekatnya meminta kesadaran orang untuk menaati peraturan yang    ada  
    atau memerlukan kesetiaan orang pada organisasi.
2. Konflik antar peranan (inter-role conflict),dimana orang menghadapi persoalan karena     dia  
    menjabat dua atau lebih fungsi yang saling bertentangan. Konflik ini dapat dihindari  
    dengan mendefinisikan kembali tugas yang terlebih dahulu  
    telah dispesialisasikan dan dialokasikan pada seorang tertentu sehingga akibat negative    dwi fungsi diminimumkan.
3. Konflik yang timbul karena seseorang,harus memenuhi harapan beberapa orang (  
    intersender conflict ). Ini dapat dihindari denagn memperlakukan sama bagi semua    pihak- pihak yang berkepentingan.
4. Konflik yang timbul karena disampaikannya informasi yang saling bertentangan (
    intrasender conflict ). Ini dapat dihindari dengan system informasi yang lebih baik serta  
    adanya buku pedoman atau tujuan perusahaan.

Lima jenis konflik (menurut pihak-pihak yang saling bertentangan)
A. Konflik dalam diri individu
     Yang terjadi bila seseorang individu menghadapi ketidakpastian tentang pekerjaan yang  
     dia harapkan untuk melaksanakannya.
B. Konflik antar individu dalam organisasi yang sama,
     Dimana hal ini sering diakibatkan oleh perbedaan-perbedaan kepribadian.
C. Konflik antar individu dan kelompok.
     Yang berhubungan dengan individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang  
     dipaksakan oleh kelompok kerja mereka.
D. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama
     Karena terjadi pertentangan kepentingan antar kelompok.
E. Konflik antar organisasi
    Yang timbul sebagai akibat bentuk persaingan ekonomi dalam system perekonomian    suatu
 Negara.

KONFLIK ORGANISASIONAL

Dalm hal ini litterer mengemukakan empat penyebab konflik organisasional yaitu antara lain:
1. Suatu situasi dimana tujuan – tujuan tidak sesuai.
2. Keberadaan peralatan-peralatan yang tidak cocok atau alokasi-lalokasi sumber daya     yang 
tidak sesuai.
3. Suatu masalah ketidaktepatan status.
4. Perbedaan presepsi.

KONFLIK STRUKTURAL
Dalam organisasi klasik ada empat bidang structural dimana konflik sering terjadi :
A. Konflik hirarkis,yaitu konflik antara berbagai tingkatan organisasi.
B. Konflik fungsional,yaitu konflik antara berbagai departemen fungsional organisasi.
C. Konflik lini-staf,yaitu konflik antar lini dan staf.
D. Konflik formal – informal,yaitu konflik antara organisasi formal dan informal.

MENGINDARI KONFLIK ORGANISASI
Ada beberapa cara untuk menghinadari konflik dalam suatu organisasi antara lain sebagai berikut :
A. Pemimpin organisasi harus memperhatikan sikap dan pendapat para anggoata organisasi  
     agar kegiatan yang terorganisasi secara efektif dalam pelaksanaannya.
B. Pemimpin harus member contoh yang baik dalam tindakan-tindakannya.
C. Dapat mempraktekkan evaluasi jabatan dapatlah dicapai pembenahan fungsi,kekuasaan,
    tanggungjawab serta pelaporannya.
D. Cara lain dengan :
       a. Prosedur kelah.
       b. Kotak saran.
       c. Kebijaksanaan pintu terbuka.
       d. Pertemuan kelompok.
       e. Rapat anggota, dan lain sebagainya.

MENYELESAIKAN SUATU KONFLIK DIDALAM ORGANISASI
   Bila keadaan tidak saling mengerti serta situasi penilaian terdapat perbedaan antar anggota organisasi itu makin parah sehingga konsesus sulit dicapai,maka konflikpun tak dapat terelakkan.cara penyelesaiannya bisa dengan cara-cara dibawah ini :
1. Menggunakan kekuasaan ( dalam hal yang baik dan lebih bijaksana).
2. Konfrontasi (dengan meminta persetujuan semua pihak organisasi).
3. Kompromi (pihak yang satu mengorbankan sesuatu agar memuaskan pihak yang lain).
4. Menghaluskan situasi.
5. Pengunduran diri dari organisasi.

Berbagai keadaan yang menguntungkan suatu organisasi dalam menghadapi konflik adalah bila :
• Strukturnya dapat memperlancar proses saling tidak anggota dan kelompok.
• Anggotanya mampu melaksanakan proses saling tidak yang efektif dan saling   
   mempengaruhi.
• Anggota yang satu mempercayai anggota yang lain.


Sumber : 

Tugas Organisasi dan Metode (3)


Mengklasifikasikan kegiatan-kegiatan dalam organisasi yang masuk dalam ruang lingkup organisasi dan metode

Ruang Lingkup Organisasi dan Metode
 A. Sifat dan maksud organisasi dan metode
        Sebelum membahas apa saja yang termasuk dalam ruang lingkup organisasi
 metode, kita akan membahas apa yang menjadi sifat dan maksud organisasi metode.
 Karena ruang lingkup organisasi metode akan menyangkut efisiensi prosedur tata
 cara kerja yang dipakai dalam melaksanakan fungsi fungsi menejemen. Sedangkan
 pengertian organisasi dan metode, antara manajemen , organisasi, dan tata cara
 kerja merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, artinya kalau tata cara
 kerjanya sudah efisien maka diharpkan kegiatan pelaksanaan fungsi fungsi
 manajemen dalam organisasi akan berjalan lancar. Jadi dalam hal ini sifat dan
 maksud organisasi metode adalah pelayanan terhadap manajer dan administrasi
 yang berusaha memajukan tata cara kerja yang dipegunakan untuk pencapaian
 efisiensi yang maksimal pada organisasi tersebut.

 B. Pengertian efisien
        Efisien adalah perbandingan terbalik atau rasionalitas antara hasil yang
 diperoleh ata output dengan kegiatan yang dilakukan serta sumber daya dan waktu
 yang akan digunakan.
 Jika dirumuskan :
 Efisien = output
 input
Efisien harus diperhatikan benar benar karena merupakan syarat dan tujuan
 pada pelaksanaan kerja, sehingga organisasi dan metode sebagai bantuan secara
 teknis dan praktis dalam melaksanakan fungsi manajemen bisa memanfaatkan
 sumber sumber yang tersedia secara maksimal.
Syarat pencapaian efisien dalam organisasi dan metode adalah :
       1.      Pencapaian target haruslah berhasil guna, maksudnya target sesuai dengan
                Waktu yang telah di tetapkan, tetapi mutu dari hasil kerja tersebut juga harus
                diperhatikan.
       2.      Ekonomis artinya dalam pencapaian effective (berhasil guna) penggunaan
                sumber daya (biaya, tenaga, material, peralatan, dan waktu) digunakan setepat
                tepatnya.
       3.      Pelaksanaan kerja bisa dipertanggung jawabkan.
       4.      Harus benar benar mencerminkan pembagian kerja yang nyata karena adanya
                keterbatasan kemampuan perseorangan.
       5.      Rasionalitas wewenang dan tanggung jawab, artinya antara wewenang dan
                tanggung jawab yang dibebankan harus seimbang.
       6.      Prosedur kerja yang praktis, dapat dikerjakan dan dapat dilaksanakan. Hal ini
                untuk mencerminkan bahwa organisasi dan metode adalah kegiatan yang praktis
                maka targetnya adalah efektif dan ekonomis, pelaksanaan kerja dapat
              dipertanggung jawabkan, serta pelayanan yang memuaskan.
Cara peningkatan efisiensi kerja :
         1.      Pelaksanaan fungsi manajemen secara tepat.
         2.      Pemanfaatan sumber daya ekonomi yang tepat.
         3.      Pelaksanaan fungsi fungsi organisasi sebagai alat pencapai tujuan yang setepat
          tepatnya.
         4.      Pengarahan dan dinamika organisasi dilakukan untuk pengembangan dan
                  kemajuan yang berkesinambungan.

C. Ruang lingkup organisasi dan metode
Dengan melihat maksud dan sifat organisasi dan metode merupakan
pelayanan bagi manajer dan addministrasi dalam melaksanakan fungsi manajemen
maka organisasi dan metode merupakan bantuan teknis dan praktis dalam
pelaksanaan teori teori organisasi dan manajemen dengan setepat tepatnya.
Maka dari sifat dan maksud organisasi dan metode dapat dipahami ruang
lingkupnya adalah hal hal yang menyangkut bidang bidang khusus dari organisasi
dan manajemen yang detail dan luas scope nya.
Kegiatan kegiatan yang termasuk kedalam scope organisasi dan metode adalah :
      1.      Analisis organisasi (organization analysis).
      2.      Komunikasi dalam organisasi (communication in the organization).
      3.      Tata cara kerja, prosedur kerja dan sistem kerja (work methods, procedure     and systems).
      4.      Pentingnya filing dari segi organisasi dan metode.
      5.      Pentingnya jangka waktu penyimpanan data dan dokumen (record retention     and schedule).
      6.      Pentingnya formulir dari segi organisasi dan metode.
      7.      Pendayagunaan mesin kantor (office machine).
      8.      Pendayagunaan perabotan dan peralatan kantor (office equipment).
      9.      Pentingnya tata ruang kantor dan perencanaan penyusunan ruang kerja (ofiice layout 
             and space planning).
      10.  Pentingnya penulisan laporan dalam organisasi dan metode.
      11.  Pentingnya buku pedoman kerja.
      12.  Pentingnya organisasi dan metode anggaran belanja.
      13.  Analisis kepegawaian.
      14.  Pentingnya penyederhanaan kerja.
      15.  Organisasi unit dalam organisasi dan metode.
      16.  Kesimpulan akhir (final conclusion).

Sesuai dengan perinsip perinsip dalam organisasi dan metode maka
 pembahasan dalam bidang bidang tersebut akan dititik beratkan pada pembahasan
 tentang sistem, prosedur dan tata cara kerjanya dalam kaitannya dengan asas
 efisiensi. Oleh karena itu adanya sistem, prosedur dan tata cara kerja yang tepat
 akan memungkinkan pelaksanaan fungsi fungsi manajemen yang dilakukan top
 manajer juga tepat dan efisien dalam pemakaian sumber sumber daya (alam,
 manusia) maupun penggunaan waktu yang tersedia.

Sumber :